• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Refleksi Akhir Tahun 2008












Kisah hikmah diAKHIR TAHUN, Ibu yang janda dengan anak semata wayang nya :

Ibu : Nak..cepat berkemas - kemaslah, kereta mau berangkat !!!
Anak : Tapi, bu...banyak piring, gelas yang belum dicuci selama setahun, lantas bagaimana ? ( kalau di cuci dulu, mereka ketinggalan kereta tapi bila tidak dicuci akan tertinggal kotoran - kotoran tersebut ).

Inilah refleksi tahunan yang dialami manusia, tahun terus berganti, dosa - dosa pun semakin menumpuk, Tinggalkan jangan menoleh ke belakang, kita tatap tahun baru dengan harapan semoga LEBIH BAIK, timbangan AMAL kebaikan dan RASA TAKUT kepada Allah SWT.

-----Cempluk Media Turut Menghaturkan----

Marhaban YaA'mul Jadid 1430 H...
Selamat Tahun Baru 2009 M...
Jadikan Husnul Khotimah...

Muaya Beach Cafe Area Jimbaran

Memandang pantai Muaya sembari berwisata kuliner di Jimbaran Bali amatlah menyenangkan. Kita akan dimanja oleh desiran ombak, hembusan angin, dan pemandangan malam hari di kota Jimbaran.


Sapa mengira tragedi bom bali II tahun 2005 yang meledakkan area kafe teba di jimbaran bali tak menyurutkan minat pengunjung untuk menyantap aneka seafood (28/12).

Muaya beach cafe area merupakan lokasi yang mengorganisir puluhan cafe atau restoran di daerah Jimbaran. Pengunjung bisa memilih cafe yang diinginkan. Salah satu cafe yang terkenal akibat bom bali II yakni Teba cafe.

Teba cafe berlokasi di jalan Four Seasons Resort, Pantai Muaya, Jimbaran - Bali begitu ramai pengunjung domestik dan mancanegara.

Tampak luar Teba cafe memang terkesan sepi dan hanya pramusaji yang sedang sibuk membakar ikan atau melayani pengunjung yang datang. Namun, ketika melongok ke dalam maka kita melihat ratusan orang tumpek breg di deretan meja sekitar pantai muaya. Mereka lebih memilih duduk dekat bibir pantai ketimbang berada dalam ruangan dalam teba cafe. Udara sejuk, suaran desiran ombak membuat nuansa keindahan pulau Bali begitu terasa dekat di hati.

Para pengunjung bisa memilih langsung menu ikan di depan Teba cafe atau memesan setelah duduk di kursi makan. Aneka hidangan laut tersaji dalam daftar menu cafe teba. Ratusan turis mancanegara tampak senang dengan suasana malam Jimbaran, mereka memilih berlama - lama hanya sekedar untuk mengobrol dan bersenda gurau.

Pengunjung yang datang pun kian banyak sehingga memerlukan waktu lama untuk menunggu hidangan siap disantap. Kurang lebih satu jam, hidangan dan minuman kita bisa dinikmati. Untuk mengatasi kebosanan tersebut, hiburan sekawanan musisi Bali siap untuk mengusir penat dan rasa lapar kita.

Pintu masuk utama area cafe di Jimbaran Bali














Area parkir muaya beach area cafe














Pintu masuk Teba cafe














Pramusaji yang sedang kewalahan menghidangkan pesanan pengunjung



















Turis mancanegara sedang memilih seafood

































Ruangan dalam Teba Cafe






































Nuansan romantis di pantai Muaya Jimbaran dengan iringan musisi Bali















Cempluk di tengah keindahan pantai Muaya Jimbaran

Olahraga Air di Tanjung Benoa - Bali

Tanjung Benoa memiliki daya pikat tersendiri bagi turis domestik dan luar negeri. Benoa berada di bagian Selatan Pulau Bali. Di tempat inilah, beragam wisata air ditawarkan, diving course, fun diving, wake boarding, water ski, parasailing, fly fish, jet ski, dolphin tour, speed boat, banana boat, snorkling, coral fishing, trolling fishing, sunset fishing, mangrove tour, dan glass bottom boat. Tempat yang cocok untuk mereka yang suka melakukan kegiatan watersport.

Kegiatan olahraga air seperti ini bergantung pada cuaca dan pasang surut air laut. Kurang lebih pukul 08 pagi hingga 12 siang kegiatan olahraga air bisa dimulai.

Tak tanggung - tanggung, operator penyedia layanan wisata air ini pun terbilang banyak. Mulai dari operator yang hanya mau dibayar dalam bentuk dollar atau operator khusus wisatawan domestik.

Salah satu operator yang banyak diminati oleh wisatawan domestik yakni BMR, kepanjangan dari Benoa Marine Recreation. Benoa Marine Recreation dikelola oleh PT Rekreasi Bahari Benoa terletak di jalan Pratama 99X Benoa - Bali.

Fasilitas BMR : Area parkir yang mampu menampung bis dan puluhan mobil, 54 loker yang disediakan pengelola kepada pengunjung yang ingin menyimpan pakaian ganti, fitting room ( kamar khusus ganti pakaian ), toilet, dan beranda untuk pengunjung yang tidak bermain.

Pengunjung tidak perlu bersusah payah untuk antri di front office. Sales resmi akan mendatangi anda ketika memasuki markas BMR. Ketika kita telah duduk dengan rileks di meja yang disediakan maka sales pun akan menyodorkan daftar harga dan album foto berisi macam - macam watersport.

Kita jangan terburu - buru untuk membayar biaya watersport sesuai daftar harga yang disodorkan si sales. Pengunjung seyogyanya menawar harga tersebut. Berdasarkan pengalaman Cempluk saat singgah di BMR, ketika telah memilih Fly Fish dengan biaya Rp.250.000/orang (biaya resmi perusahaan), setelah terjadi tawar menawar dengan si sales maka harga tersebut bisa turun menjadi Rp.200.000. Begitu seterusnya. Bila Tawar - menawar selesai, maka silahkan melakukan pembayaran di kasir ( front office ).

Lembaran bukti pembayaran itu nanti akan digunakan sebagai tiket bermain watersport. Cempluk hanya menaiki fly fish dan banana boat. Kedua permainan ini perlu nyali ekstra dan kondisi tangan yang prima, karena kedua tangan kita akan memegang tali agar tidak jatuh ke laut.

Markas MBR



















Area parkir di markas BMR










Markas MBR tampak samping














Markas BMR tampak depan



















Nego harga antara pengunjung dengan sales BMR















Tempat membayar biaya permainan water sport di front office















Daftar harga biaya watersport
















[klik gambar diatas untuk memperbesar daftar harga]


Simpan pakaian ganti anda di loker pribadi














Cempluk di hamparan pasir tanjung benoa















Watersport perlu persiapan mental























































Cempluk dan si sales di beranda BMR

Monkey Forest Ubud

Monkey Forest di hutan Padangtegal merupakan situs suci Hindu Bali. Sehingga Kera yang berada di hutan Padangtegal berbeda dari kera kebanyakan. Pasalnya, kera tersebut disucikan oleh masyarakat setempat. Monkey forest begitulah kawasan ini dinamakan oleh masyarakat desa Padangtegal, dikelola oleh yayasan Mandala Wisata Wenara Wana.

Wisata Bali yang menghadirkan kera - kera dan pepohonan rimbun berlokasi di Jalan monkey forest - Padangtegal - Ubud - Bali - Indonesia. Dengan harga tiket untuk dewasa Rp. 15.000/orang dan anak - anak Rp. 7.500/anak, wisatawan bisa menikmati hutan kera seluas 12 hektare.

2 patung besar kera di kiri dan kanan jalan raya menjadi pintu ucapan selamat datang menuju Monkey Forest. Pintu masuk Monkey Forest ada 2, yakni pintu masuk sisi timur dan sisi barat. Pintu masuk sisi timur menjadi favorit pengunjung, selain merupakan pintu masuk utama juga karena area parkir untuk kendaraan lebih luas. Setelah membeli tiket, para pengunjung akan mendapat sambutan hangat kera - kera kecil di pintu masuk. Mereka seakan mengharap lemparan makanan dari pengunjung. Tak apalah, bila kita tidak memberikan makan, kalaupun kita ingin memberi makan pada si kera maka pihak manajemen Monkey Forest juga menjual setandan pisang yang dihargai Rp. 10.000 di pintu masuk.

Lebatnya hutan tropis di wana wisata Monkey Forest mengiringi langkah kami berpetualang dengan kera - kera lucu. Si kera - kera membuntuti langkah pengunjung kemanapun pergi. Di bagian dalam Monkey Forest terdapat kolam air berbentuk lingkaran, dimana tiap sudutnya terpajang patung kera. Turun ke bawah dengan menaiki anak tangga, maka kita bisa melihat Pura Dalem Agung dan Pura Permandian Suci dengan 3 konsep pura :
  • Pura Pertama - Utama Mandala, yaitu tempat permandian para dewa.
  • Pura kedua - Madia Mandala, di mana terdapat sebuah kolam suci.
  • Pura ketiga - Nista Mandala sebagai tempat permandian untuk umum.

Petualangan yang menggembirakan bersama kera - kera jinak di Monkey Forest Ubud. Monkey Forest buka dari jam 8 pagi hingga 6 sore.

Map of Monkey Forest - Ubud












Patung ucapan selamat datang di jalan raya monkey forest



















Papan informasi selamat datang di monkey forest




























Tampak dari kejauhan area monkey forest sisi pintu masuk timur














Pintu masuk monkey forest














Papan informasi bagi pengunjung sebelum memasuki area monkey forest














Kolam air berbentuk lingkaran di bagian tengah monkey forest














Puas makan, si monyet kebingungan



















Keakraban antara 2 monyet untuk saling bahu - membahu




















Pura di bagian dalam monkey forest




























Cempluk di antara lebatnya monkey forest

Rafting Adventures | Sobek Ayung River

Tak ada salahnya bila kita berpetualang di sungai Ayung bersama Sobek. Sobek Rafting sebagai pelopor perusahaan arung jeram di Bali tengah telah berdiri sejak tahun 1989.


Markas sobek rafting yang berlokasi di Jl. Raya Tebongkang N0 33 Ubud – Gianyar - Bali - Indonesia sama seperti rumah adat bali pada umumnya. Barulah kita tahu tempat tersebut adalah markas sobek rafting yang juga start point saat kita menengok kedalam. Puluhan dayung, helm, life jacket berjejer rapi di dalam lemari yang dibiarkan terbuka. Sebelum memutuskan untuk rafting ada baiknya telah memakai celana sport 3/4, sepatu sandal dan sunblock.

Sambutan hangat dari petugas sobek menuntun kami menuju tempat registrasi. Biaya rafting dipatok seharga Rp.325.000/orang ( Adult USD 79 - Children (7-15 years) USD 52 ). Biaya tersebut termasuk makan di finish point dan asuransi kesehatan.

Setelah selesai melakukan pembayaran, semua peserta dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan umum seputar pembagian kelompok, pemberitahuan pemandu setiap boat dan informasi umum rafting sobek dari pimpinan sobek. Pembagian setiap boat sekitar 4 - 5 orang dan lama perjalanan rafting di sungai Ayung sekitar 7 KM atau 11,0 mil yang memakan waktu 1,5 jam dari start menuju finish point.

Boat kami dikomandoi oleh bapak Hard, beliau membagikan helm, life jacket, dan dayung satu - persatu kepada tim rafting kami. Perjalanan dimulai, para peserta keluar dari markas sobek dan turun menyusuri bukit sekitar setengah jam.

Setiba di bawah, seluruh peserta diberikan arahan teknis ber-arung jeram menyusuri sungai ayung oleh leader pemandu bapak Tiger. Teknik ber-arung jeram dijabarkan secara panjang lebar, diantaranya : cara memegang dayung yang baik, safety talk saat di boat ( dayung maju, dayung mundur, stop, bum/tiarap ), cara berenang saat boat terbalik atau peserta terlempar, dan informasi umum mengenai sungai Ayung.

Perjalanan rafting pun dimulai. Pemandu kami bernama Hard memberikan instruksi kecil untuk tidak panik bila boat terbalik atau peserta pada boat terlempar. Beberapa meter mendayung nampak adanya ukiran indah mengenai cerita Ramayana sepanjang 180 meter di kiri kanan tebing. Pepohonan tropis dan sejuknya udara ubud memanjakan peserta rafting.

Tak henti - hentinya sang pemandu berteriak dayung maju, dayung mundur, stop, dan bum kepada kami. Arus yang deras dan banyaknya bebatuan di sepanjang aliran sungai Ayung, membuat boat tersendat - sendat untuk bergerak leluasa.

Sobek rafting bukanlah satu - satunya operator rafting di Bali tengah. "Ada 9 operator rafting telah berkembang di Bali tengah dan Sobek adalah operator tertua dengan jumlah boat ratusan",tutur pak Hard.

Dengan jargonnya Sobek The Adventure Specialist ternyata mampu memberikan pengalaman tak terlupa dalam ber-arung jeram yang menyenangkan.


Markas Sobek Rafting














Miniatur patung rafting



















Peta perjalanan sobek rafting menyusuri sungai Ayung











Deretan dayung yang ditata secara rapi di lemari














Deretan helm untuk melindungi kepala peserta rafting dari bebatuan














Life jacket untuk membuat badan terapung saat di sungai Ayung














Pimpinan sobek memberikan arahan di markas sebelum turun bukit



















Peserta rafting sedang menyusuri ke bawah bukit



















Cempluk di sela - sela turun bukit, narsis di hamparan pegunungan yang indah



















Pimpinan pemandu bapak Tiger memberikan arahan teknis ber-arung jeram di sungai ayung



















Deretan boat yang siap beraksi mengantar peserta ber-arung jeram














Peserta rafting sedang bersantai di pit stop selama 5 menit













Peserta rafting yang bersemangat