Film "Thank You For Smoking" diawali dari sebuah tayangan talk show “Joan
Lunden” yang mengulas bahaya merokok pada usia remaja. Beberapa narasumber
diundang dalam talk show tersebut, diantaranya remaja pengidap kanker ganas
akibat kebiasannya merokok, Robin Williger (15 tahun), Nick Naylor, wakil
direktur dari Akademi Kajian Tembakau, narasumber lain yang turut diundang
berlatar belakang sebagai: ketua ibu-ibu yang menentang remaja perokok, ketua
asosiasi paru-paru, pembantu utama layanan kesehatan dan kemanusiaan. Dalam
talkshow tersebut, sang pelobi "Nick Naylor" dapat mematahkan argumen
dari perwakilan senator. Sembari
mengakhiri percakapan, bahwa perusahaan rokok dimana Nick bekerja akan
mengucurkan dana 50 juta dolar yang ditujukan untuk membujuk remaja agar tak
merokok.
BR, si bos dari Nick Naylor nampaknya
kesal dengan direct statement pada
acara talkshow di stasiun televisi yang terlontar dari ucapan sang pelobi.
Namun lagi-lagi Nick dapat menyakinkan BR bahwasanya dukungan terhadap remaja untuk
tidak merokok dapat meningkatkan citra
perusahaan dan peningkatan penjualan
rokok.
Pada suatu sesi acara sekolah "What
Do You Do?" di kelas Joey - putra dari Nick Naylor, sang pelobi hadir
dengan antusias dan energik berbalut kemeja formal. Terlontar dari salah satu
siswa, rekan sekelas Joey, apakah rokok baik? Bergegas sang guru dan Nick
tentunya berkata: TIDAK!. "Kau harus berpikir sendiri, menantang otoritas,
apabila berbicara mengenai tindakan merokok apakah baik? Maka diri kita sendiri
yang harus mencari tahunya", tutur Nick Naylor menutup pembicaraan.
Ada satu kebiasan unik dari Nick, yakni
meluangkan waktu untuk melakukan obrolan santai di Bert's - cafe bersama kedua
rekannya, Polly, juru bicara alkohol (Moderation Councill), dan Bobby Jay, juru
bicara senjata api (Safety). Mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai
pasukan MOD, Pedagang kematian. Mereka bertiga saling bertukar informasi
pengalaman bekerja dalam industri masing-masing, dan saling memberi masukan
guna menyelesaikan permasalahan yang kerap muncul dalam dunia bisnis.
Dalam sisi pembinaan keluarga, bisa
dibilang Nick mengalami situasi yang bertolak belakang dengan kesuksesan
karirnya. Dirinya gagal mempertahankan biduk rumah tangga dengan istrinya.
Jill,sang mantan istri dari sang pelobi, mengharapkan Joey mendapatkan
perhatian yang cukup dari Nick.
Dalam jumpa pers, sang senator Ortolan
Finistirre menyatakan kepada perusahaan rokok Amerika untuk menyertakan simbol
POISON pada tiap-tiap bungkus rokok agar memberi edukasi terhadap remaja betapa
berbahaya dampak merokok yang ditimbulkan. Serta mengajak para industri
tembakau besar untuk menghadiri sidang kongres untuk membahas pemakaian simbol
POISON. Melihat hal itu, BR, pimpinan Nick Naylor nampaknya kesal, karena
profit turun diakibatkan adanya menurunnya penjualan rokok dimana-mana, serta
perokok remaja kian menurun drastis. Nick nampaknya mendapatkan ide untuk
meningkatkan penjualan rokok, yakni menyampaikan pesan seolah-olah merokok
keren yang diperankan oleh artis dalam film-film Hollywood.
Dalam pertemuan dengan Captain, orang
besar terakhir dalam industri tembakau, Nick agaknya kaget mendapati pernyataan
dari captain, ide yang dilontarkan olehnya saat menghadiri rapat dengan BR, dilontarkan
sang captain bahwa "BR mendapat ide untuk menyuap produser di Hollywood,
sehingga dapat membuat aktor merokok film". Captain mendukung kerjasama
antar perusahaan tembakau dengan hollywood sembari tersenyum (tanda
menyetujui), saat ditanya soal pengucaran dana 50 juta dollar untuk kampanye
anti rokok bagi remaja.
Sebagai seorang publik figur yang dipuja
oleh industri tembakau namun juga dibenci masyarakat anti rokok, Heather
Holloway berupaya untuk menangkap peluang tersebut. Wartawan muda tersebut
ingin tahu sosok Nick Naylor lebih dekat. Nick secara khusus diundang ke bar
yang sebelumnya telah datang Heather. Disana Nick banyak menceritakan bagaimana
keinginan dirinya dalam industri tembakau, kendali populasi masyarakat perokok,
serta pembayaran untuk hipotek. Heather pun berupaya merayu kembali sang juru
bicara tembakau untuk pertemuan keduanya dalam apartemen Nick.
Sebagai tindak lanjut perbincangan
dengan sang Captain, Nick Naylor beserta anaknya Joey pergi ke LA untuk bertemu
dan melakukan negosiasi kontrak dengan produser Hollywood, Jeff Megall. Dan
kerjasama pun terjalin, dimana nilai kontrak disepakati senilai 25 juta dolar.
Lagi-lagi Nick Naylor mendapat tugas
yang tantangan dari sang Captain. Nick mendapat misi untuk menyerahkan uang (menyuap)
ke Lorne Lutch, bintang iklan rokok (Marlboro Man) yang baru-baru saja muncul
di acara televisi dan membicarakan dampak merokok bagi kesehatan tubuhnya.
Captain memerintahkan Nick agar Lorne dapat tutup mulut dan berterima kasih
pada perusahaannya dulu. Hingga akhirnya, sang juru bicara itu
pun berhasil membujuk Lorne agar tidak berbicara di depan media massa.
Dalam undangan acara on air di salah
satu stasiun TV, Nick mendapat telepon misterius yang mengecam sikapnya membela
perusahaan rokok,bahkan dalam percakapan telepon dikatakan dalam rentang
seminggu, nyawa Nick dalam bahaya.
Usai menghadiri acara on air, tak
disangka, Heather Holloway telah menanti di apartemen Nick. Obrolan diantara
keduanya berlanjut di ranjang.
Suatu hari, ketika Nick berjalan
melewati pedestrian, nampak seseorang yang menguntit dari belakang, dan
menculiknya dalam sebuah mobil van. Disana dirinya dibekap dan ditempelkan
lembar nikotin (21 gram) dalam dosis besar di sekujur tubuhnya. Penculik ini
nampaknya kesal dan jengah terhadap pembelaan Nick terhadap industri rokok yang
jelas-jelas menyebabkan penyakit kanker dan turunannya. Hingga akhirnya Nick
tak sadarkan diri, dalam penanganan kritis di sebuah rumah sakit. Di rumah
sakit terpisah, sang captain menyapa Nick via teleconference serta memberikan
semangat untuk kesembuhannya.
Ketika Nick mulai beraktivitas kembali,
kabar mengejutkan datang dari pemberitaan media massa, yang menyudutkan Nick
dan kedua temannya. Siapa lagi jika tidak lain perbuatan Heather Holloway, wartawan
yang haus bahan pemberitaan.
Dalam kepanikan tersebut BR
memerintahkan Nick untuk tidak menghadiri kongres yang diadakan Ortolan. Nick
juga dikejutkan dengan meninggalnya Captain akibat serangan jantung. Rasa putus
asa dan frustasi nampak jelas di raut wajah Nick. Hingga Joey berhasil
menyakinkan dan membangkitkan semangat ayahnya kembali. Dan memiliki persepsi
baru untuk meninggalkan pekerjaannya sebaga juru bicara perusahaan rokok.
Dalam sebuah konferensi pers, Nick
berupaya untuk membersihkan nama baiknya akibat ulah Heather, dengan menyebut
pemberitaan tersebut merupakan rayuan dari wartawan muda dengan iming-iming
seks.
Meski dilarang oleh BR, Nick didampingi
kedua temannya tetap mendatangi kongres yang diadakan Ortolan Finistirre. Dalam
kongres, terjadi kubu pro dan kontra antara peserta kongres. Hingga tiba
giliran Nick Naylor untuk memberikan keterangan terhadap dewan kongres. Nick
yang baru saja mengundurkan diri dari jabatan wakil direktur akademik kajian
tembakau memberikan ulasan apa adanya, bahwa rokok dapat mempengaruhi beragam
penyakit, diantaranya: penyakit Parkinson dan dapat menyebabkan penyakit
kanker. Di akhir kongres, Ortolan menanyakan: apabila anak anda merokok akankah
dibiarkan?. Dengan jawaban lugas, Nick mengatakan, "kalau ia memang mau
merokok, akan kubelikan bungkus pertamanya".
Usai penutupan kongres, BR mencoba
mendekati Nick untuk tetap satu tim pada perusahaan rokok. Namun sayangnya,
Nick Naylor menolak pekerjaan tersebut. Dan kini, Nick Naylor mencoba karirnya
yang baru sebagai trainer di bidang pengembangan softskill sembari menjaga Joey
Naylor.
SELESAI...