• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Plus Minus Cowboys in Paradise Bali

 











Di saat gencar - gencarnya pemberitaan media massa ataupun elektronik dalam memberikan penilaian (baca : opini) atau gambaran tentang film dokumenter "Cowboys in Paradise" karya Amit Virmani, tak bisa dipungkiri bahwa Bali memiliki ragam budaya timur kebarat - baratan, yang berbeda dari kota - kota lain di Indonesia.

Terdengarnya kabar negatif, seperti : kecaman dari warga Bali, hingga geramnya gubernur Bali akibat film dokumenter tersebut tak serta merta mengurangi citra positif akibat film dokumenter tersebut beredar luas di Youtube, sebut saja bahwa masyarakat dunia kini kian mengenal Bali tidak hanya sebagai surga dunia tetapi juga sebagai industri hiburan "Sex" ciamik di dunia.

Sebuah kesempatan istimewa di pagi hari ini, ketika saya diberi ijin untuk mewawancari salah seorang pengusaha Bali, yang sejak kecil hidup sebagai warga Bali. Bli Hendix, begitu sapaan akrab saya kepada beliau.Hendix berpendapat bahwa kejadian tersebut bisa dijadikan bahan introspeksi diri, bagi seluruh warga Bali khususnya dan masyarakat Indonesia. Pengusaha Bali Golf Courses ini juga meyakini bahwa pemeran di film dokumenter tersebut 90% bukan warga Bali. "Coba lihat aja tutur kata atau logatnya dalam film tersebut, dari Bali bukan?", tanyanya padaku.

Banyaknya arus migrasi warga di luar pulau Bali  untuk datang ke pantai Kuta : sebut saja warga dari pulau Jawa dan pulau Lombok, semata - mata untuk mencari penghidupan yang layak dari lembaran dollar turis asing. Beragam cara mereka lakukan untuk mendapatkan uang, seperti : menjual jasa pembuatan tatto, pijat, bahkan menyewakan papan selancar bagi para turis. Tak ada yang janggal dari kegiatan positif tersebut, semua terkontrol.

Masalah datang ketika turis di Pantai Kuta yang juga dikenal sebagai pusat Australia, dimana warga Australia suka dengan hingar bingar party, sex, dan mabuk - mabukan di areal pantai, secara tak sengaja melakukan interaksi dengan warga sekitar, dimulai dari bercerita - lalu bercanda - hingga satu sama lain sama - sama interest - hingga bisa ditebak,upss..berakhir pada urusan check ini. Proses tersebut biasanya memakan waktu 2 - 3 hari, dan tidak semudah yang dipikirkan para netter Cempluk Story, langsung ngeSEX terus  dapat bayaran dari turis wanita, ujar bli Hendix. Ribet....

Di akhir wawancara, Bli Hendix mengatakan bahwa : Cowboys itu sebenarnya tidak ada, namun karena tuntutan pasar dan perut, para warga luar Bali yang berjuang mencari penghidupan halal, akhirnya mengikuti arus barat. Nah, berarti udah lama dong kegiatan Cowboys ini ? Ya, sebenarnya udah dari kecil saya di Bali, kegiatan tersebut ada, namun bedanya kini dikemas dalam film dokumenter dan dilihat banyak orang melalui internet, makanya baru booming sekarang.

Aroma Klenik Warnai Perang Koja

 IMAGE FROM KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Sungguh miris dan prihatin atas kejadian saudara - saudara kita setumpah darah INDONESIA yang terlibat pertikaian antara warga dengan aparat satuan polisi pamong praja (satpol pp) juga aparat brigadir mobil (brimob) di daerah Koja, Jakarta Utara pada hari rabu (14 april 2010).

Tak henti - hentinya, saya mengamati setiap momen peperangan Koja yang membuat hati saya miris dan prihatin. Hingga pada rabu malam, pukul 21.45 wib, saya  mengirimkan pesan BBM kepada rekan baik saja, mpok Bunga, begitu saya biasa memanggilnya. Kiriman pertanyaan dari saya berkali - kali kepada si mpok Bunga, jurnalis warga (citizen journalism) yang lahir asli dari Betawi dan bermukim di Jakarta, membuat saya antusias untuk mengangkat berita ini pada weblog Cempluk Story dari sudut pandang Cempluk. Rangkuman pesan antara saya dengan mpok Bunga akan ditulis dalam sebuah narasi elok berikut ini : 

Apa penyebab terjadinya perang Koja ? Pihak satpol pp dibantu aparat brimob bermaksud membongkar bangunan - bangunan liar milik warga sekitar Koja yang tak memiliki ijin mendirikan bangunan (imb), namun pembongkaran tersebut nampaknya tidak berjalan mulus, perlawanan dari warga yang telah tinggal lama di daerah bangunan liar tersebut merasa terganggu, dengan membawa ketapel dengan berisi kelereng, batu besar (bukan batu kerikil), bom molotov, celurit, dan benda - benda tajam lainnya berusaha menghadang petugas saat tiba di depan area makam mbah Priuk. Hingga para petugas gabungan pun berusaha menamengi diri dari gempuran warga sekitar. Perang Koja pun meletus dan berakhir dengan luka - luka diantara kedua belah pihak.

Bila para pembaca mendengar adanya isu bila aparat satpol pp akan membongkar makam, maka jawaban dari isu tersebut adalah keliru. Berdasarkan obrolan saya dengan mpok Bunga juga sumber kompas yang menyebutkan bahwa makam Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad (yang lebih dikenal : mbah Priuk) seyogyanya telah dialihkan ke kawasan Semper sejak tahun 1997. (baca berita tersebut disini).   Meski area makam tak lagi ada jasad, namun hiruk pikuk peziarah datang di bekas makam mbah Priuk, ada apa gerangan ? Sekilas terdengar kabar bahwa aroma klenik hadir pada sekitar area makam. Area makam juga kerap dijadikan ajang mesum muda mudi, mencari peruntungan rezeki.
  
Berita ini saya tulis bukan sebagai ajang memprovokasi antara pihak mana yang benar dan pihak yang salah, namun memberikan sisi pandang lebih luas dari perang Koja. Memang kejadian tersebut seyogyanya tidak terjadi dan bisa dicegah dengan adanya dialog intensif antara warga sekitar Koja dengan dinas terkait. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah dan akan memunculkan daftar korban meninggal ataupun luka dari kedua belah pihak.

Indonesia Damai adalah harapan seluruh elemen masyarakat, maka tanamkan sikap menghargai, kubur jauh - jauh arogansi para penguasa, dan bertindak dalam kerangka hukum yang benar. Apa kata dunia luar tentang Indonesia, bila para penduduk negeri saling pukul - memukul.

UPDATE :
Beberapa menit sebelum saya melakukan publish artikel ini, di sudut meja terdengar suara Ting Tung Ting Tung, memberitahukan saya jika ada pesan BBM masuk. Isi pesan tersebut : 
Info priok : 
sebagian massa pada meriksa mobil - mobil yang lewat sambil nanya muslim bukan ditanyain bisa baca syahadat gak...
Jadi SARA nih isu nya di priok, sebagian lagi massa mintain duit ama ngejarahin HP atau apa saja di dalam mobil...
Be Carefull friend.

Tolong broadcast ke semua kawan anda.

Bagaimana tanggapan anda para netter nusantara tentang perang Koja ?