• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Kepanitiaan 17 agustusan at my residential

Setelah 3 minggu aku beserta teman – teman kampung mengadakan lomba 17 agustusan, dan hari ini rangkaian lomba yang diadakan karang taruna usai sudah. Berbagai pengalaman aneh, lucu masih kuingat ( ya..iyalah masih 3 minggu gitu loh), mulai persiapan lomba yang belum beres saat hari H, gelak tawa anak – anak yang mengikuti lomba, perselisihan pendapat antar panitia untuk mengadakan bazaar setelah lomba berakhir ( yang sampai sekarang masih gantung keputusannya ), kena marah warga yang di halaman rumahnya ada pohon mangga ( berniat untuk masang umbul – umbul, tapi setelah melihat banyak pencit / mangga di halaman salah seorang warga maka temen – temen iseng berniat untuk mengambil nya tapi keburu kepergok yang punya.Nasib…nasib). Ternyata menjadi seorang pemimpin ( ketua 17san kampung;aku), harus tahan banting, palagi kepanitiaan ini temen – temen memiliki latar belakang yang berbeda seperti anak SMA yang sibuk untuk study, udah ada yang kerja yang sibuk dengan kerjaannya, jadi sulit untuk menyamakan persepsi. Saat kegiatan berlangsung yang turun nangani lomba terkadang cuma yang komitmen aja alhasil 5 orang ( ketua, sekretaris, bendahara, sie perlengkapan, sie acara ) yang cuma bantu saat lomba dari 15 orang panitia 17san.Yup..tapi sekarang udah menjadi kenangan, meski kesel, jengkel, namun ini semua merupakan tantangan kita dalam menghadapi alur kehidupan ( nyambung gak yah.he..3x).Sekarang tinggal pebelian hadiah lomba, masing bingung mau dibelikan apa, masak alat tulis sama kayak tahun – tahun sebelumnya. Tapi kalau beli yang macem – macem, anggaran dana kepanitiaan gak cukup ( so confusing ). But now, I wanna to say thank you for all committee at my resendential. ( Pak RT yang selalu kasih support, ide, maupun administrasi; ketua Karang Taruna yang selalu kasih ide, serta tindakan yang konkrit meski sibuk kerja; Ibu – ibu PKK yang selalu nonton perlombaan 17san, serta yang lain nya yang tidak bisa saya masukkan satu persatu ).