• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Nonton Grammar Suro Boyo 3 bareng Jancokers

Ribuan anak muda Surabaya menghadiri acara SINEMATOGRAFI UNAIR, sabtu malam ( 31 Januari 2009 ) di beranda PET SHOP lantai 2 Royal Plaza.


Pemutaran karya mahasiswa yang tergabung dalam UKM SINEMATOGRAFI UNAIR itu berlangsung pukul 19.00 wib. Undangan yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa UNAIR, nampak pula kehadiran komunitas kreatif Surabaya dan Jancokers ( pecinta film GRAMMAR SURO BOYO ).

Ditengah - tengah acara SINEMATOGRAFI UNAIR, dilaunching video si Ikin terbaru : GRAMMAR SURO BOYO 3 karya Mohammad Solikhin, ST. "Misuh tok ga marakno wareg esh!", bercerita tentang makanan khas Surabaya yakni lontong balap.

Mas Ikin yang mengenakan jaket warna krem dan kaos GRAMMAR SURO BOYO nampak sibuk memenuhi permintaan foto dari Jancokers. Beruntung tim Cempluk Media berhasil mewawancarai beliau " Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan GRAMMAR SURO BOYO 3 sekitar 3 bulan, dimulai bulan november, desember 2008, dan januari 2009. Bulan pertama digunakan untuk menggodok skenario, bulan kedua membikin animasi ( penambahan karakter baru : anjing dan manusia ), dan bulan ketiga baru bisa take suara, sound editing, dan finishing animasi " tutur lulusan DESPRO ITS, Mohammad Sholikin, ST.

Pemutaran karya film yang ditunggu - tunggu GRAMMAR SURO BOYO 3 dimulai pukul 20.30 wib. Sebelum film animasi berdurasi 9 menit 30 detik itu diputar, panitia meminta si pembuat film GRAMMAR - MAS IKIN untuk memberikan sambutan. Beliau mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para Jancokers yang setia mengikuti GRAMMAR 1 sampai berlanjut GRAMMAR 3 dan andil dalam membesarkan film tersebut. Usai memberikan sambutan, sang moderator meminta hadirin untuk memberikan tepuk tangan meraih dan mempersilahkan merapatkan barisan tempat duduk.

Ringkasan fim Grammar 3..

Pertemuan untuk pertama kali Suro dan Boyo pada Grammar 3, setelah di Grammar 1 dan Grammar 2 mereka hanya sekedar lewat telepon. Diawali dengan perjalanan Suro dan Boyo untuk mencari lokasi makanan khas kota Surabaya. Setelah berjalan kesana kemari ditemukanlah sebuah warkop ( warung kopi ) cak Wawan. Disanalah adegan lucu nan kocak terlihat, mulai gaya bahasa Boyo yang diakhiri kata Cok dan mendapatkan poin plus dan si Suro yang polos dan tak pernah misuh.

Film tersebut menceritakan sejarah lontong balap yang melegenda di Surabaya, mulai dari bahan - bahan untuk membuat lontong balap, tata cara pembuatannya, rahasia petis yang membikin enak masakan Surabaya, dan sensasi ketika makan lontong balap seolah - olah seperti balap mobil.

Selesai menyantap lontong balap, mereka kedatangan seorang pemuda perantauan dari Bojonegoro yang ingin menanyakan lokasi kampus ITS. Mereka berdua menjelaskannya secara detail dan ramah kepada si pemuda tersebut. Pemuda tersebut tampak senang dan berterima kepada keduanya, hingga tak lupa mengucapkan terima kasih dan saling berjabat tangan.

Nasib sial menimpa Suro, perutnya tiba - tiba sakit, mendadak ingin buang air besar. Maka si Boyo meminta Suro untuk berfoto bersama sebelum pamit pulang. Cak Wawan yang dimintai tolong Boyo untuk memotret mereka terkesan cuek. Usut punya usut...Si Boyo tersadar ternyata cak Wawan masih awam bagaimana cara memotret.

Setelah diajari Boyo, barulah cak Wawan bisa memahai cara memotret . Foto keduanya kemudian dicetak oleh si Boyo dan dipajang pada dinding kamarnya rumahnya. Sungguh romantis kan...Pertemanan yang tidak ada matinya antara Suro dan Boyo, selalu bekerjasama dalam suka dan duka.

Poin plus dari Grammar 3 dibanding film Grammar sebelumnya yakni adanya figur pemain baru, seperti : tokoh anjing dan manusia, peran Si Suro dan Boyo yang saling bertatap muka secara langsung, adanya teks bahasa inggris pada bagian bawah film yang menandakan bahwasanya Grammar 3 ingin siap bersaing dengan film animasi luar negeri, pengangkatan wisata kuliner asli Surabaya, yakni Lontong Balap.




















Si Ikin in action



















Cempluk dan si Ikin bergaya saat acara SINEMATOGRAFI UNAIR



















Si Ikin bersama Komunitas Blogger Surabaya | Tugu Pahlawan.com




























Anak muda pecinta seni Surabaya


























Piala pemenang dalam lomba karya film oleh UKM SINEMATOGRAFI UNAIR