• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Tour De Museum Surabaya










Tour De Museum merupakan sebuah rangkaian acara wisata mengunjungi museum yang ada di Surabaya. Acara berkunjung ke museum di Surabaya itu diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2009 oleh komunitas Wisata Surabaya.

Tur keliling monumen dan museum di Surabaya, antara lain : monumen Jalasveva Jayamahe, monumen Tugu Pahlawan, museum Sepuluh Nopember Surabaya, museum Kesehatan, dan museum House of Sampoerna.

Panitia Tour de Museum berasal dari mahasiswa/i Fakultas Perhotelan UK Petra sebanyak 17 orang. Partisipasi mereka dalam acara tour de museum ini sebagai bagian dari mata kuliah MICE.

Start point berlokasi di monumen Kapal Selam. Sebanyak 27 peserta, terdiri dari anggota Wisata Surabaya dan non Wisata Surabaya berpartisipasi dalam acara wisata mengunjungi museum di Surabaya. Peserta yang hadir tour de museum adalah Astri | Jie | Fahmi | Fakhy | Citra | Chris | Carlos | Remy | Angki | Sisca | Kun Kurniawan | Yuan | Bunda | Lia | Mbok De | Suami mbok De | Anak'e mbok De | Anak'e mbok De 2 | Temene Mbok De | Milka | Miranti | Cahyo | Wulan Purnamawati | Pradhika| Cempluk | Fenty | Temen'e Sisca.

Acara pertama yakni mengunjungi museum yang berada di tepi laut, museum Jalasveva Jayamahe. Peserta diberangkatkan pukul 07.00 wib menggunakan bus Jawa Indah. Dalam perjalanan, panitia memperkenalkan diri kepada peserta sekaligus ajang perkenalan antar peserta untuk saling mengakrabkan diri.

Tak semudah yang dibayangkan untuk bisa masuk museum Jalasveva Jayamahe yang berada di kawasan KOARMATIM INDONESIA TIMUR. Bus harus berhenti pada 3 pos penjagaan untuk lapor petugas jaga agar bisa masuk. " Proposal acara harus sudah masuk ke markas TNI AL 2 minggu sebelum acara", tutur mbak Astri, pendiri wisata surabaya yang berdiri tahun 2007 saat diwawancarai redaksi Cempluk Media.

Sampai di museum Jalasveva Jayamahe, bapak Heru Tjahhono, pemandu wisata yang berasal dari TNI AL menyambut peserta tour de museum selepas turun dari bus dengan menjelaskan seluk beluk patung Monjaya.

Di area halaman patung Monjaya terdapat gong terbesar di dunia "Kiai Tentrem", gong tersebut memiliki sejarah yang unik sebagai simbol peresmian museum Jalasveva Jayamahe di tahun 1996 oleh Presiden Soeharto. Memasuki bagian dalam museum, peserta disuguhi maket model KRI jaman dulu, patung perjuangan TNI AL menjaga stabilitas NKRI, dan benda - benda sejarah lainnya. Setelah puas dengan mengamati benda sejarah, Bapak Heru mengajak peserta ke lantai paling atas, tempat sang patung berdiri. Tinggi patung kurang lebih 61 meter yang diarsitekturi oleh bapak I Nyoman Manuarte.

Setelah puas berfoto di areal halaman dan dalam museum Jalasveva Jayamahe. Perjalanan dilanjutkan ke KRI Dr Soeharso - 990 yang berada 500 meter dari museum.Perwira jaga KRI Dr Soeharso - 990, Arief menjelaskan bahwa kapal ini berfungsi sebagai kapal rumah sakit. Tak hanya itu kapal buatan Korea ini mampu mengangkut tank, helikopter, dan berbagai jenis kendaraan TNI. Peserta juga diajak berkeliling menyusuri KRI Dr Soeharso - 990 dari dek ruang kesehatan, apotik, ruang mayat, hall penyimpanan kendaraan TNI.

Perjalanan museum Jalasveva Jayamahe berakhir pukul 10.17 wib. Dan peserta pun kembali ke dalam bus. Rute selanjutnya yakni mengunjungi monumen Tugu Pahlawan yang berada di jantung kota Surabaya.

Untuk mendukung keberadaan monumen Tugu Pahlawan maka didirikanlah museum sepuluh nopember Surabaya yang berada dalam satu lokasi.

Peserta secara langsung bisa melihat relief - relief yang terdapat di dinding halaman depan monumen menggambarkan peristiwa perjuangan bangsa Indonesia, kemudian peserta diajak mengitari area halaman Tugu Pahlawan dan masuk ke dalam museum sepuluh Nopember Surabaya oleh pemandu tur Tugu Pahlawan.

Di lantai 1 museum kita bisa menemukan beraneka macam benda sejarah : hall of frame ( gugus patung yang menggambarkan figur para pejuang yang tegak, bertahan, dan gugur untuk mencapai kemerdekaan ), sosiodrama bung Tomo ( gugus patung para pejuang yang berada di markas sedang mendengarkan pidato bung Tomo ), kumpulan bambu runcing pejuang Indonesia. Lantai 2 juga tak kalah seru, pengunjung dimanjakan dengan adanya 2 ruangan diorama elektronik, dimana dalam ruangan tersebut disajikan film dokumenter tentang pertempuran yang terjadi di Surabaya tanggal 10 nopember 1945, juga terdapat aneka benda sejarah, seperti : senjata, radio bung Tomo, foto peristiwa pertempuran 10 nopember 1945.

Usai berkunjung ke monumen Tugu Pahlawan, peserta kembali melanjutkan ke rute museum selanjutnya, Museum Kesehatan. Pukul 11.54, peserta tour de museum tiba di museum Kesehatan. Beragam foto, peralatan medis pada jaman dulu terpampang rapi di ruang etalase. Perjalanan ke museum Kesehatan diakhiri dengan sholat dhuhur berjamaah di masjid museum kesehatan.

Acara makan siang dilangsungkan di Moon restaurant, terletak di kawasan pasar Besar Surabaya. Setelah bersantap siang, panitia meminta kepada para peserta untuk saling memperkenalkan diri satu persatu lalu sebuah quiz lucu diberikan oleh panitia.

Pukul 14.00, peserta melanjutkan ke rute akhir tour de museum "museum House of Sampoerna". Kedatangan peserta disambut hangat oleh kakak penjaga museum House of Sampoerna.

Berakhir sudah rangkaian acara tour de museum. Pukul 16.00 wib, para peserta naik ke dalam bus untuk menuju finish point (start point) monumen Kapal Selam. Ucapan kesan dan pesan dari panitia ke peserta dan peserta ke panitia di dalam bus menjadi momen indah tour de museum. Foto bersama peserta tour de museum di area monumen Kapal Selam mengakhiri acara tour de museum.

Peserta tour de museum saat dalam bus
(atas kiri: cempluk - carlos, bawah kiri : bunda - lia)
















Foto bersama di area halaman monjaya















Peserta saat berada di KRI Dr Soeharso - 990














Foto bersama peserta tour de museum di finish point