• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Mari Memaafkan di Hari Penuh Berkah














Segenap Redaksi Cempluk Media mengucapkan
Taqaballahu Minna Wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Panduan dan Peta Jalur Mudik Lebaran Jawa-Bali 2008



















Mudik Lebaran Penuh Berkah

Tips Mudik lebaran dengan aman dan nyaman - mudik lancar keluarga senang :

  • Pastikan STOP KONTAK segala peralatan elektronik yang ada di rumah dalam kondisi tidak terpasang.
  • Bawalah barang untuk bepergian atau mudik seperlunya saja
  • List barang bawaan anda pada selembar kertas dan simpan kertas tersebut pada dompet kita. List tersebut mengingatkan kita barang apa saja yang dibawa.
  • Beritahu ke tetangga terdekat yang tidak mudik akan kepergian kita, agar tetangga bisa turut menjaga rumah kita saat bepergian.
  • Lapor ke pak RT atas kepergian kita
  • Beritahu petugas keamanan lingkungan ( satpam ) untuk menjaga rumah kita saat bepergian.
  • Persiapkan kendaraan anda sebelum mudik sehingga perjalanan nyaman.
  • Bawa uang receh pecahan Rp.100, Rp.200, atau Rp.500 dan taruh pada dasboard mobil. Selama perjalanan nanti anda akan menemui gelandangan, pengemis di perempatan dan uang receh tersebut bisa dijadikan ladang amal.
  • Siapkan uang nominal Rp.5000, Rp.10.000 untuk dibagikan kepada saudara - saudara yang masih kecil saat selesai sholat idul fitri. Pemberian uang ( angpo ) saat berlebaran merupakan tradisi orang Jawa di hari fitri, untuk sekedar menyenangkan hati saudara, mengakrabkan tali silahturahmi.
  • Bawalah kacamata hitam, digunakan saat mengemudi di siang hari agar terhindar yang terik matahari.
  • Sebelum berangkat, maka mulailah dengan BERDOA bersama - sama seluruh anggota keluarga yang akan bepergian.
  • Jangan membawa perhiasan, benda - benda yang mahal dan menyolok mata saat bepergian, agar terhindar dari perbuatan oknum jahat.
  • Gantilah lampu depan rumah dengan lampu otomatis ( bila siang hari lampu akan mati dan malam hari akan menyala dengan sendirinya ), menghindarkan dari persepsi oknum jahat bila kita masih berada di rumah.
  • Bawa lagu kaset, CD penyanyi favorit anggota keluarga agar selama perjalanan merasa senang.
  • Usahakan bila berkendara menggunakan mobil, ada salah satu anggota keluarga yang tidak tidur untuk menemani sopir, terkadang bila sopir mengantuk dan tidak ada yang mengajak mengobrol maka sopir akan terasa mengantuk berat.
  • Bawalah peta mudik lebaran 2008 selama bepergian. Peta jalur mudik lebaran 2008 Jawa - Bali bisa diambil di CyberMap. Dilengkapi dengan perkiraan jarak tempuh, lokasi SPBU, ATM, jalur kereta maupun jalur lintas selatan, serta info nomor telepon penting, seperti rumah sakit dan telepon polisi.
  • Ingin dengar takbiran ? silahkan klik link berikut Takbiran Download mp3 Takbir, Idul Fitri 1429 H

PETA JAWA - BALI



klik disini untuk memperbesar peta mudik lebaran jawa bali 2008 diatas

Peta Sumatera - Jawa - Bali


klik disini untuk memperbesar peta mudik lebaran sumatera jawa bali 2008 diatas

History of Whirling Dervishes














Tarian Sufi Sema

Sejarah Tarian sema

Diriwayatkan oleh Sulthan Awliya Quthubul Ghawts Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil Al Qubrusi An Naqshabandi Al Haqqani yang diwakili oleh Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani An Naqshbandi Al Haqqani Ar Rabbani. Pada suatu hari saat Sayyidina Rasulullah SAW khobah Jum'at, datanglah seorang Baduy Arab seraya bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, kapankah kiamat itu datang?”. Sayyidina Rasulullah SAW tidak menjawab, Beliau hanya diam. Baduy Arab itu terus bertanya sampai 3 kali hingga Malaikat Jibril a.s datang menghadap Sayyidina Rasulullah SAW dan berkata, “Tanyakanlah padanya apakah bekal yang dia bawa untuk menyambut hari kiamat itu?”. Lalu Sayyidina Rasulullah SAW menyampaikannya dan orang Baduy Arab itu menjawab, “Bukankah aku memiliki Cinta kepadaMu Ya Rasulullah SAW.” Dan Sayyidina Rasulullah berkata, “Cukuplah itu membuatmu berdekatan dengan orang yang kau cintai seperti dua jari yang berdekatan.” Dan seketika itu juga orang Baduy Arab itu pergi tanpa mengikuti sholat jum'at.

Saat mendengar percakapan itu, Sayyidina Abu Bakar Shiddiq RA yang selama ini risau akan pertanyaan yang sama, bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Sayyidina Rasulullah SAW, apakah cukup hanya dengan Cinta?”. Kemudian Sayyidina Rasulullah SAW menjawab, “Syarat yang utama adalah Cinta!”. Mendengar jawaban itu, hati Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra sangat gembira, begitu bahagia hingga ia mulai berputar dengan jubahnya. Gerakan memutar inilah yang kemudian dikembangkan oleh Mawlana Jalaluddin Rumi menjadi Whirling Dervishes.

Sejarah Whirling Dervishes disebut juga tarian sema atau Tarian Mawlana Rumi diperkenalkan oleh Mawlana Jelaluddin Rumi, lahir di Balkh antara tahun 1200 dan 1207. Sufi ini merasakan cinta yang hampir sama kepada gurunya Mawlana Syamsuddin At-tibrizi, atau Syams-i-Tabriz. kemudian tarian ini terus dikembangkan oleh Thariqat Mawlawiyah atau Mevlevi, yang kemudian menjadi seni yang dipetontonkan keseluruh dunia.

Tarian Mawlana Rumi bukan hanya ditarikan oleh Tariqah Mawlawiyah di Turki, tetapi di Indonesia tarian Rumi ini berkembang sangat pesat keseluruh Indonesia melaui tariqah Naqshbandi Haqqani Rabbani.

Asal Tarian Sema

Kota Konya - Turki adalah kota Mawlana Jalaluddin Rumi memulai ajarannya. Di kota inilah Thariqat Mawlawiyah berkembang begitupula dengan Jalaluddin Rumi yang mendapatkan nama "Rumi" dari kota ini. Sampai sekarang Tarian Whirling Dervishes berkembang dan menjadi sejarah budaya di Turki.

Teknik Tarian Sema

Shalawat disenandungkan, gendang mulai bertabuh, seruling ney ( seruling yang terbuat dari kayu yang berbeda dengan seruling kayu lainnya. Neyy juga adalah seruling khas asal Turki ) mulai ditiup. Lalu sekelompok darwis mengenakan atribut seragam, topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawah nya seperti rok, serta tanpa alas kaki ini membungkukkan badan tanda hirmat lalu mulai melepas jubah hitamnya.

Mereka membungkukkan badan tanda hormat lalu mulai melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka menempel di dada, bersilang mencengkram bahu. Di tengah-tengah mereka tampak seorang Syaikh, yang berperan sebagai pemimpin. Jubah hitam tetap ia kenakan. Ia maju mengambil tempat. Kini giliran syaikh tersebut membungkukkan badannya pada darwis lainnya, mereka pun balas menghormat.

Sekelompok darwis itu kemudian membentuk barisan. Satu per satu maju. Setelah sang pemimpin memberi restu, maka ritual pun dimulai.

Tangan-tangan masih menyilang di bahu. Kaki-kaki yang telanjang mulai merapat. Lalu dimulailah gerakan berputar yang lambat, dengan tumit kaki dijadikan sebagai tumpuan secara bergantian, sementara kaki yang satunya sebagai pemutar. Perlahan-lahan tangan dilepas dari bahu dan mulai terangkat. Gerakan tangan yang anggun itu berangsur membentuk posisi horizontal. Telapak tangan kanan menghadap ke atas, yang kiri ke bawah.

Semakin lama gerakan semakin cepat, selaras dengan ketukan irama yang mengiringinya. Mata-mata itu nampak semakin sayu, sebagian terpejam. Kepala mereka semakin condong ke salah satu pundaknya. Semakin cepat putaran, rok-rok putih yang mereka kenakan semakin mengembang sempurna laksana payung yang terbuka. Orang-orang itu semakin larut. Suasana magis seolah tercipta.

Gendang belum berhenti bertabuh, ney masih mengalun syahdu. Tanpa isyarat dari sang pemimpin ritual untuk berhenti, mereka akan terus melambung dalam keadaan ekstase.

Posisi tangan yang membentang secara simbolik menunjukkan bahwa hidayah Allah diterima oleh telapak tangan kanan yang terbuka ke atas, lalu disebarkan ke seluruh makhluk oleh tangan kiri. Ini merepresentasikan sebuah penyerahan dan penyatuan dengan Tuhan.

















Jelal'uddin Rumi












Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar














Teknik Tarian Sema


sumber inspirasi 1, 2, 3| sumber gambar 1, 2