• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Mahasiswa Baru ( Maba ) Vs Pengkaderan

SPMB telah diumumkan, suka duka menyelimuti sebagian orang yang merasakan nya.Saya ucapkan selamat bagi anda yang diterima melalui Seleksi Penerimaan MaBa.Tapi bukan itu yang akan saya utarakan.Mungkin sebagian dari kita akan mengingat kata “Pengkaderan”( bagi yang sudah diterima PTN/PTS duluan).Pengkaderan sering membuat sebagian MaBa takut untuk menginjakkan kaki di kampus nya, dan sering kita dengar sebagian MaBa akhirnya memilih tidak ikut pengkaderan atau boikot.Padahal tujuaan dari pengkaderan adalah meningkatkan Ketakwaan Kepada Tuhan YME, membina kebersamaan dan kekeluargaan antara seluruh elemen Kampus( MaBa dgn angkatannya, MaBa dgn Warga Kampus.etc),mendidik mahasiswa memiliki sifat cendekiawan serta integritas pribadi yang dilandasi kejujuran, membangun sikap kepemimpinan, keorganisasian,serta kemampuan manajerial mahasiswa, serta menumbuhkan rasa peka dan peduli terhadap lingkungan sosial. Tapi menurut saya tujuan itu pudar, tatkala pengader belum memahami konsep pengkaderan secara mendalam. Sering kali kita MaBa mendapat pisuhan dari senior, yang mana alasan senior tersebut ingin MaBa memiliki mental tangguh, berani juga tahan tekanan, MaBa coba untuk diperkenalkan semenjak awal tentang kehidupan kampus yang keras. Apakah pisuhan akan dijadikan budaya oleh senior??Pengucapan pisuhan menjadikannya terjebak dalam kesalahan berlogika. Pressing?Pressing bukanlah metode yang buruk, jika dilakukan oleh orang yang tepat untuk tujuan yang tepat.Namun amat disayangkan bila pressing dijadikan ajang senang- senang para senior,maupun pelampiasan syahwat perasaan ditakuti dan dominasi atas orang lain. Konsep pengkondisian pengkaderan :

  1. Diadakan diskusi : melatih kemampuan MaBa dalam berkomunikasi
  2. Permainan / games : melatih kreatifitas,melatih kerjasama tim, melatih sikap optimis
  3. Pressing : mendisiplinkan MaBa,membentuk mental yang kuat,melatih mempertahankan berpendapat dan mempertahankan kebenaran
  4. AMT : melatih kamampuan manajerial MaBa

Sehingga nantinya setelah dikader, MaBa memiliki kecerdasan spiritual yang mantap, ketrampilan kerjasama, ketrampilan interpersonal, sikap bertanggung jawab, kematangan emosional, komunikasi, kepercayaan diri, berpikir kritis dan analitis, ketrampilan memecahkan masalah dan pengambilan keputusan,ketrampilan memimpin,serta kreatif dan inisiatif. So jika anda menjadi pengader, pahamilah konsep pengkaderan secara utuh bukan partial dan jadikan tujuan pengkaderan karena ingin mendapat ridho dari Tuhan YME, serta para pengader diharapkan memberokan keteladanan yang baik.Untuk MaBa, jangan takut untuk berargumen. Artikel ini saya comot dari Tulisan Mas Achmad Guntar ( senior saya), juga tambahan dari saya sendiri.