• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Sejarah THR


Iseng punya iseng, sembari membenahi blog ini yang sebelumnya template nya eror dan banyak data yang hilang, maka muncul lah iseng cempluk dengan membuka google dan menulis kan keyword : Sejarah Tunjangan Hari Raya.. Nah ini salah satu nya :

Mengapa THR itu hak karyawan?

Sambil menunggu THR..., berikut sekilas tentang asal muasal THR.
Misalkan Gaji per-bulan : Rp. 3 Juta
Maka Gaji per-minggu : Rp.750 Ribu.
(Sebulan ada 4 Minggu, sehingga 3 Juta dibagi 4 = 750 ribu)

Dalam setahun ada 52 minggu (360 hari / 7 hari).

Gaji 1 tahun
12 bulan x 3 Juta = 36.000.000

Gaji 1 tahun
Gaji 52 minggu = 52 x 750 Ribu = 39.000.000

Selisih = Rp 3.000.000

Rp. 3.000.000,- Inilah yang disebut THR atau gaji ke-13.

Wex..seperti nya bener juga nih analogi nya..hehehe..Jadi jangan GR dulu dengan THR itu sendiri.

Senyum dan tawa bahagia menghiasi wajah tiap orang di dunia menjelang lebaran, apalagi bagi seorang karyawan yang nanti nya memperoleh tunjangan hari raya di samping gaji pokok.hehehe THR ini sangat bermanfaat sekali khasiat nya, dan menurut cempluk seperti ini :

THR untuk apa ??

.Sebagai dana untuk mudik. Nah jika si karyawan ini perantauan, maka dana THR ini bisa buat mudik.

.Sebagai dana untuk membeli kebutuhan pokok , sembako. Lebaran identik dengan kumpul keluarga, silahturahmi antar keluarga, jadi tak ada salah nya jika sebagian dana THR dialokasikan untuk membelanjakan kebutuhan pokok.

.Sebagai anggaran memberikan angpo. Entah sejak kapan tradisi mengasihkan atau membagi bagikan uang ini ada. Membagi bagikan uang dari orang tua ke orang yang lebih muda seperti cempluk.hehehe

.Sebagai dana untuk jalan jalan..Lebaran identik dengan pulang kampung, dan momen ini tak bisa dipisahkan dari aksi jalan jalan ntah ke mall, ke tempat tempat rekreasi.

.Untuk ditabung


Sumber Inspirasi : 1