• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

Kurikulum Pendidikan di Indonesia


Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut.

Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

Berbagai kurikulum yang mewarnai dunia pendidikan di Indonesia :

RENCANA PELAJARAN 1947

Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan ( dalam bahasa Belanda ) artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Asas pendidikan ditetapkan Pancasila.
Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950.

RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952

Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952.


KURIKULUM 1968

Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9.

KURIKULUM 1975

Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas.

KURIKULUM 1984

Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).


KURIKULUM 1994 dan SUPLEMEN KURIKULUM 1999

Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses,” kata Mudjito menjelaskan.


KURIKULUM 2004

Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa.


KTSP 2006

Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pelajaran KTSP masih tersendat. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.


sumber inspirasi disini, disini

22 comments:

Puput said...

inget banget sama CBSA tuh, catat buku sampai habis. huuuuuu capek :D

kensinbattosai1 said...

Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pendidikan/kurikulum_pendidikan_di_indonesia/

Raffaell said...

ehem, aku masuk dalam kurikulum CBSA, mayan lah, semoga pendidikan Indonesia makin OK.

Anonymous said...

Bismillah
Pertanyaannya : seiring pergantian kurikulum apakah ada perubahan nyata dalam proses belajar mengajar? Pengalaman sih setiap kurikulum ganti pelatihan2 pun gencar dilakukan,,tapi begitu kembali ke daerah masing2..yo wes podo bae..ngajarnya ya gitu gitu aja.
Saking securenya dengan status quo.
Caiyo..GURU2 INDONESIA!
Alhamdulillah.

rhinna said...

Mengapa kurikulum sekarang dibuat hanya berorientasi pada kecerdasan???

wirmizal said...

sebenarnya pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP ) dalam pelaksanaan pembelajaran dan penilaian tetap mempergunakan pendekatan kompetensi , jangan anda bedakan antara KBK dengan KTSP , tapi berbicaralah secara keseluruhan

cintaeropa said...

matur nuwun infonya
mau saya pakai untuk bahan skripsi
izin ngopy ya

bery said...

betapa banyaknya pergantian kurikulum tetap saja tidak akan mampu untuk memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. hemat saya adalah bukan permasalahan berganti2 kurikulumnya tetapi supporting sistem yang ada serta beberapa hal yang lainnya yang belum mampu untuk mengikuti perkembangan yang diinginkan oleh konsep yang dituangkan dalam kurikulum.
salam kenal bery

Anonymous said...

thanks yahh ;)
jadi dapet gambaran tentang kurikulum pendidikan yang pernah diterapkan di Indonesia, mungkin infonya bisa ditambah lagi..he

Anonymous said...

kenapa kurikulum gonta ganti melulu y.......?
kira-kira mana yang paling efektif????

Anonymous said...

kurikulum tempo doeloe sangat tidak menyenangkan, ditambah lagi guru yang mengajar sangat otoriter, feodal dan sering melanggar HAM dalam mengajar. hal ini saya rasakan pada saat saya di SD. seingat saya guru yang paling banyak melanggar HAM (ringan tangan,kasar, penyiksa)pada saatitu bernama ANANG SUKRI sekarang tinggal di daerah WAWOTOBI Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.

Anonymous said...

hemmm.. boleh juga nih...

saya disini cuma ingin mengutarakan suara saya saja. apalagi setelah membaca comment dari Rhinna..

kenapa hanya berdasarkan pada kecerdasan(intelektual - IQ)??

sedangkan di negara-negara lain sudah mengembangkan kurikulum yang berbasis pada 2 tingkat kecerdasan di atas IQ..

apabila di negara kita hanya megandalkan IQ, apakah mungkin penerus bangsa bisa survive di dunia kerja. sedangkan pada dunia kerja, prosentase terbanyak yang digunakan adalah EQ, bukan IQ.

memang benar, bila hanya berdasar pada IQ, penerus bangsa akan bisa survive, namun hanya sebatas kemampuan 'Katak di dalam tempurung'.

mungkin, cempluk bisa membantu saya untuk meneruskan suara saya ini. dalam arti, kemana saya harus menyerukan suara saya ini untuk memperbaiki sistem /kurikulum pendidikan di indonesia ini

silahkan hubungi saya di wonkedhan@yahoo.com

terima kasih

alhamdulillah...

pdf said...

Makasih atas infonya....

-----------------------------------
artikel kesehatan
download pdf jawapos
yoga
yoga
review

Sri Swami Sivananda said...

Maaf numpang ngelink....

-----------------------------------
artikel kesehatan
download pdf jawapos
yoga
review

Sri Swami Sivananda said...

Maaf numpang ngelink. Saya akan pasang pasang backlink untuk blog ini di semua blog saya. Mohon jangan dihapus semua link saya. Terima Kasih banyak atas bantuannya.

-----------------------------------
BitDefender
Cheap Softwares

wiwik said...

rasanya perlu pengurangan jmlh mata pelajaran, krn terlalu banyak. itu yang membuat banyak murid menjadi jenuh bahkan stres. shg pencapaian hasil tdk maksimal.

bety said...

wah berarti dari jaman baheula sebenernya udah diterapin cara belajar siswa yang aktif ya..
berarti kualitas pendidikan jaman dulu sudah lebih bagus..

Afie said...

Thanxs banget ats infox. BTW, metode apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran bahasa inggris pada kur 1968?

sewa lcd projector surabaya said...

thnks infonya yah...sukses selalu gan

Elly said...

nice post gan,,,
ternyata dah banyak jenis2 kurikulum yg diterapkan di Indonesia... ;)

Parfum said...

terus semangat untuk pendidikan wajib ini :D

ivan verys said...

Thanks ya sob udah share .......................



bisnistiket.co.id

Post a Comment

Assalamualaikum

1. Ucapkan Basmallah
2. Silahkan menuliskan komentar pada artikel cempluk di kotak yang tersedia dengan hati berseri seri dan senyum mengembang (kiri 2 cm kanan 2 cm).
3. Setelah selesai menulis komentar baca Hamdalah. Silahkan klik post comment..
4. Selesai !!! cempluk mengucapkan terima kasih atas komentar mbak, mas yang telah merelakan waktu nya menulis komentar ini.
5. Jangan sungkan dan lupa tuk balik lagi yah di artikel cempluk berikut nya

Wassalamualaikum


Salam Perjuangan,

Cempluk
http://andibagus.blogspot.com