• Twitter
  • Buzz
  • Facebook

KASIH SAYANG @};-

Di sebuah keluarga, tinggallah seorang ayah dengan putra tunggalnya yang sebentar lagi lulus dari perguruan tinggi. Sang ibu beberapa tahun yang lalu telah meninggal dunia. Mereka berdua memiliki kesamaan minat yakni mengikuti perkembangan produk otomotif. Suatu hari, saat pameran otomotif berlangsung, mereka berdua pun ke sana. Melihat sambil berandai-andai. Seandainya tabungan si ayah mencukupi, kira-kira mobil apa yang sesuai budget yang akan di beli. Sambil bersenda gurau, sepertinya sungguh-sungguh akan membeli mobil impian mereka. Menjelang hari wisuda, diam-diam si anak menyimpan harapan dalam hati, "Mudah-mudahan ayah membelikan aku mobil, sebagai hadiah kelulusanku. Setelah lulus, aku pasti akan memasuki dunia kerja. Dan alangkah hebatnya bila saat mulai bekerja nanti aku bisa berkendara ke kantor dengan mobil baru," harapnya dengan senang. Membayangkan dirinya memakai baju rapi berdasi, mengendarai mobil ke kantor.

Saat hari wisuda tiba, ayahnya memberi hadiah bingkisan yang segera dibukanya dengan harap-harap cemas. Ternyata isinya adalah sebuah kitab suci di bingkai kotak kayu berukir indah. Walaupun mengucap terima kasih tetapi hatinya sungguh kecewa. "Bukannya aku tidak menghargai hadiah dari ayah, tetapi alangkah senangnya bila isi kotak itu adalah kunci mobil," ucapnya dalam hati sambil menaruh kitab suci kembali ke kotaknya. Waktu berlalu dengan cepat, si anak diterima kerja di kota besar. Si ayah pun sendiri dalam kesepian. Karena usia tua dan sakit-sakitan, tak lama si ayah meninggal dunia tanpa sempat meninggalkan pesan kepada putranya. Setelah masa berkabung selesai, saat sedang membereskan barang-barang, mata si anak terpaku melihat kotak kayu hadiah wisudanya yang tergeletak berdebu di pojok lemari. Dia teringat itu hadiah ayahnya saat wisuda yang diabaikannya. Perlahan dibersihkannya kotak penutup, dan untuk pertama kalinya kitab suci hadiah pemberian si ayah dibacanya. Saat membaca, tiba-tiba sehelai kertas terjatuh dari selipan kitab suci. Alangkah terkejutnya dia. Ternyata isinya selembar cek dengan nominal sebesar harga mobil yang diinginkan dan tertera tanggalnya persis pada hari wisudanya. Sambil berlinang airmata, dia pun tersadar.

Terjawab sudah, kenapa mobil kesayangan ayahnya dijual. Ternyata untuk menggenapi harga mobil yang hendak dihadiahkan kepadanya di hari wisuda. Segera ia pun bersimpuh dengan memanjatkan doa, Ayah maafkan anakmu yang tidak menghargai hadiahmu …. Walau terlambat, hadiah Ayah telah kuterima…… Terima kasih Ayah.. Semoga Ayah berbahagia di sisiNYA, amin.@};-

Tidak jarang para orang tua memberi perhatian dengan alasan dan caranya masing-masing. Tetapi dalam kenyataan hidup, karena kemudaan usia anak dan emosi yang belum dewasa, seringkali terjadi kesalahfahaman pada anak dalam menerjemahkan perhatian orang tua. Jangan cepat menghakimi sekiranya harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya tidak menjadikan kita manja hingga selalu menuntut permintaan. Mari belajar menjadi anak yang pandai menghargai setiap perhatian orang tua.%%-

13 comments:

angin-berbisik said...

duh, bagus banget ceritanya...
wah aku dikasih do'a sama ortu aja udah merasa bersyukur, hehehe

Anonymous said...

begitulah seorang anak...!! yg kadang2 ketika menginginkan sesuatu itu harus dipenuhi dan ketika menerima sesuatu dari orang tua yang tidak sesuai dengan harapannya.... dengan serta merta mengeluh, kesal, sebel tanpa pernah bertanya atau memahami maksud dari orang tua kita. semoga kita tidak termasuk anak yang durhaka (na'udzubillah) dan smoga kita mendapat hikmah dari cerita tersebut.

Anonymous said...

iya betul, mungkin karena jarak usia yang jauh itu membuat anak bersikap impulsif shg telat memahami maksud orang tua:( mengedepankan husnudzon dan lapang dada napa ya.. akhirnya tinggal sesak didada deh kalo dah kayak gitu.. semoga jadi jalan mendoakan lebih tulus pd orgtuanya yah..

Sari said...

Yang lebih parah malah kadang-kadang Qta gak pernah nyadar kalo setelah semua diberikan buat Qta, Qta malah ngerasa masih kurang, minta lebih.. Padahal apa yang pernah Qta kasih ke mereka masih gak seberapa ;p

Anonymous said...

aduh anak jaman sekarang gak berpikir dlu selalu berpikir negatip. jadinya apa yg seharusnya baik malah gak dihargai dan dibuang jauh2. penyesalanpun datengnya selalu terakhir kenapa gak awal2 c?

Anonymous said...

Mudah-mudahan saya nggak mengikuti cara si Ayah. Pan tinggal nanya, telpon ato anaknya disindir, diajak bergurau dst ... Untuk find out itu cek udah dipake ato belum ....

Rey said...

Nice story...
dapet darimana, mpluk?

rhani said...

ada kesan lack of communication juga yah.. :D

kenapa juga tuh anak bukannya ngasih bapaknya apaaa, gitu ya... Ckckck... :p

afin yuliani said...

waduh jadi terharu nih, si ayah pasti punya harapan besar dalam hadiahnya itu, siapapun dia bener atau nggak ceritanya smoga ayahnya diberkahi, termasuk kekasih Allah

Septian said...

ini pengalaman pribadi, kutipan , ato karangan sendiri ya ?
hehehe....
cukup bagus sih, tapi adakah kisah nyata yang kayak gitu???

joni said...

cerita yang bagus!!! siip deh :)

femi said...

kalao ortu masih hidup, kadang kita 'lupa' sama dia. maunya nuntutnya banyak aja. coba kalau mereka sudah nggak ada. wah ... baru berasa deh.

Unknown said...

網頁設計 網路行銷 關鍵字廣告 關鍵字行銷 餐飲設備 製冰機 洗碗機 咖啡機 冷凍冷藏冰箱 蒸烤箱 關島婚禮 巴里島機票 彈簧床 床墊 獨立筒床墊 乳膠床墊 床墊工廠 產後護理之家 月子中心 坐月子中心 坐月子 月子餐 銀行貸款 信用貸款 個人信貸 房屋貸款 房屋轉增貸 房貸二胎 房屋二胎 銀行二胎 土地貸款 農地貸款 情趣用品 情趣用品 腳臭 長灘島 長灘島旅遊 ssd固態硬碟 外接式硬碟 記憶體 SD記憶卡 隨身碟 SD記憶卡 婚禮顧問 婚禮顧問 水晶 花蓮民宿 血糖機 血壓計 洗鼻器 熱敷墊 體脂計 化痰機 氧氣製造機 氣墊床 電動病床 ソリッドステートドライブ USB フラッシュドライブ SD シリーズ

Post a Comment

Assalamualaikum

1. Ucapkan Basmallah
2. Silahkan menuliskan komentar pada artikel cempluk di kotak yang tersedia dengan hati berseri seri dan senyum mengembang (kiri 2 cm kanan 2 cm).
3. Setelah selesai menulis komentar baca Hamdalah. Silahkan klik post comment..
4. Selesai !!! cempluk mengucapkan terima kasih atas komentar mbak, mas yang telah merelakan waktu nya menulis komentar ini.
5. Jangan sungkan dan lupa tuk balik lagi yah di artikel cempluk berikut nya

Wassalamualaikum


Salam Perjuangan,

Cempluk
http://andibagus.blogspot.com